Menurut
kamus besar bahasa Indonesia (1999) kepuasan adalah perasaan senang gembira,
lega karena sudah terpenuhi hasrat hatinya. Tjiptono (2000) mengatakan
bahwa kepuasan pelanggan dinyatakan sebagai ratio (perbandingan) kualitas jasa
yang didapat atau dirasakan dengan keinginan, kebutuhan dan
harapan. Menurut Wijono, (1999)
kepuasan adalah tingkat keadaan yang dirasakan seseorang yang mempunyai hasil
dari membandingkan penampilan atau outcome produk yang dirasakan dalam
hubungannya dengan harapan seseorang.
Menurut Wexley dan Yukl (1977). Kepuasan kerja secara umum dapat diberi batasan sebagai perasaan seseorang terhadap pekerjaannya. Kemudian oleh Vroom (1964) dikatakan bahwa kepuasan kerja merupakan penilaian dari pekerja yaitu seberapa jauh pekerjaannya secara keseluruhan memuaskan kebutuhannya. Tiffin (1958) berpendapat bahwa kepuasan kerja berhubungan erat dengan sikap dari karyawan terhadap pekerjaannya sendiri, situasi kerja, kerjasama antar pimpinan dengan sesama karyawan. Menurut As’ad, (2000). dikutip pengertian kepuasan kerja menurut Blum yang mengemukakan bahwa kepuasan kerja merupakan sikap umum dari beberapa sikap khusus dari beberapa faktor-faktor pekerjaan, penyesuaian diri dan hubungan individu diluar kerja.
Menurut Wexley dan Yukl (1977). Kepuasan kerja secara umum dapat diberi batasan sebagai perasaan seseorang terhadap pekerjaannya. Kemudian oleh Vroom (1964) dikatakan bahwa kepuasan kerja merupakan penilaian dari pekerja yaitu seberapa jauh pekerjaannya secara keseluruhan memuaskan kebutuhannya. Tiffin (1958) berpendapat bahwa kepuasan kerja berhubungan erat dengan sikap dari karyawan terhadap pekerjaannya sendiri, situasi kerja, kerjasama antar pimpinan dengan sesama karyawan. Menurut As’ad, (2000). dikutip pengertian kepuasan kerja menurut Blum yang mengemukakan bahwa kepuasan kerja merupakan sikap umum dari beberapa sikap khusus dari beberapa faktor-faktor pekerjaan, penyesuaian diri dan hubungan individu diluar kerja.
Menurut Jewel L.N. dan Mac Siegal, (1998) kepuasan kerja, menggunakan 5 (lima) dimensi kepuasan terhadap pekerjaan yaitu dari aspek pekerjaan itu sendiri, pengawasan, penggajian, kesempatan promosi, dan aspek rekan kerja sebagai faktor penetu kepuasan kerja. Ada beberapa definisi kepuasan kerja antara lain :
- Kepuasan kerja merupakan penilaian dari pekerja yaitu seberapa jauh pekerjaan secara keseluruhan memuaskan kebutuhannya. (Robert Hoppecl New Hope Pensyvania).
- Kepuasan kerja berhubungan dengan sikap dari karyawan terhadap pekerjaan itu sendiri,situasi kerja, kerja sama, antar pemimpin dan sesama keryawan (Tiffin)
- Kepuasan kerja merupakan sikap umum yang merupakan hasil dari beberapa sikap khusus terhadap faktor- faktor pekerjaan, penyesuian diri dan hubungan sosial individu di luar kerja (Blum)
- \Kepuasan kerja pada dasarnya adalah ” security feeling” (rasa aman) dan mepunyai segi-segi
- Segi sosial ekonomi (gaji dan jaminan sosial).
- Segi sosial psikologi (kesempatan untuk maju,
kesempatan
mendapatkan penghargaan, berhubungan dengan masalah pengawasan, berhubungan
dengan pergaulan antara karyawan dengan karyawan dan antara keryawan dengan
atasannya. (Sutrisno Hadi ’Analisa Jabatan dan Kegunaannya’. Bulletin
Psychology).
Dapat disimpulkan dari pendapat beberapa ahli di atas bahwa kepuasan kerja merupakan suatu sikap yang positif yang menyangkut penyesuaian diri yang sehat dari para karyawan terhadap kondisi dan situasi kerja, termasuk di dalamnya upah, kondisi sosial, kondisi fisik dan kondisi psikologis.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar