Ada ungkapan yang menarik dalam ilmu
managemen, dimana Rasulullah SAW mengajarkan kita agar kita belajar dari diri
kita sendiri (ibda'binafsih). Dan ternyata benar, banyak sekali hikmat dan ilmu
yang didapatkan. Bahkan Imam Alghozali menilai kebahagian yang dirasakan umat
manusia, bukan berapa banyak harta yang dimiliki, jabatan apa yang dipegang dan
pengaruh yang dikuasai, tetapi kebahagian itu adalah dekat dengan Allah SWT
(ma'rifatullah).
Nah, Jumat kali ini, kita diajarkan untuk belajar dari lima jari tangan kita. Coba lihat dan perhatikan, si gendut jempol yang selalu berkata baik dan menyanjung, lihat juga telunjuk yang suka menunjuk dan memerintah, ada juga si jangkung jari tengah yang sombong, paling panjang dan suka menghasut jari telunjuk. Ada jari manis yang selalu menjadi teladan, baik, dan sabar sehingga diberi hadiah cincin, dan ada kelingking yang lemah dan penurut.
Dengan perbedaan positif dan negatif yang dimiliki masing-masing jari, mereka bersatu untuk mencapai satu tujuan (saling melengkapi). Pernahkah kita bayangkan bila tangan kita hanya terdiri dari jempol semua ?
Falsafah ini sederhana namun sangat berarti. Kita terlahir dengan segala perbedaan yang kita miliki dengan tujuan untuk bersatu saling menyayangi, saling menolong, saling membantu, saling mengisi. Bukan untuk saling menuduh, menunjuk atau merusak. Semua perbedaan dari kita adalah keindahan yang terjadi agar kita rendah hati untuk menghargai orang lain, tidak ada satupun pekerjaan yang dapat kita kerjakan sendiri.
Mungkin Kelebihan kita adalah kekurangan orang lain, sebaliknya kelebihan orang lain bisa jadi Kekurangan kita. Tidak ada yang lebih bodoh atau lebih pintar, bodoh atau pintar itu relatif sesuai dengan bidang atau talenta yang kita syukuri masing-masing menuju impian kita. Keseluruhan yang dimiliki menjadi sempurna. Bukan individualis yang sempurna.
Orang pintar bisa gagal, orang hebat bisa jatuh, tapi orang yang rendah hati dalam segala hal akan selalu mendapat kemuliaan. Allahua'alam.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar