Israel
melanjutkan serangan roket ke Gaza sepanjang malam sampai pagi hari. Sekjen PBB
Ban Ki Moon minta Israel menahan diri. Korban tewas di Gaza mencapai lebih 70
orang.
Suasana
mengerikan dirasakan penduduk Gaza sepanjang malam, ketika mereka dihujani
serangan roket dari Israel. Ini merupakan serangan terhebat yang dilakukan
militer Israel sejak eskalasi konflik dengan Palestina meledak awal minggu ini.
Pejabat
kesehatan Palestina mengatakan, dalam serangan Kamis pagi (10/07) delapan orang
dari satu keluarga tewas, termasuk anak-anak. Kementerian Kesehatan Palestina
mengatakan, sedikitnya dua rumah hancur di Khan Younis, selatan Gaza.
Israel melancarkan serangan untuk membalas tembakan roket yang
dilakukan militan Palestina ke Tel Aviv dan beberapa kota lain. Menurut
keterangan militer, ada 320 roket yang ditembakan ke Israel. Tapi sejauh ini,
tidak ada korban tewas. Beberapa roket berhasil dihancurkan di udara oleh
sistem penangkal rudal Iron Dome.
Menurut
keterangan Israel, mereka sudah menyerang 750 sasaran militan di Jalur Gaza.
Militan Palestina juga menembakkan roket ke Dimona, kawasan gurun yang menjadi
lokasi reaktor nuklir Israel. Namun roket-roket itu berhasil dihancurkan atau
jatuh jauh dari sasaran.
Timur Tengah Membara
Razia Terhadap Hamas
Sejak dua pekan militer Israel melancarkan
aksi razia di Tepi Barat Yordan buat mencari tiga pemuda Yahudi yang diculik.
Operasi "Penjaga Saudara" adalah inisiatif terbesar melawan Hamas
sejak 2002. Lebih dari 12.000 rumah dirazia, lima warga Palestina terbunuh dan
350 lainnya ditangkap.
Sekjen PBB
kecam serangan roket
Sekjen PBB Ban
Ki Moon mengecam serangan roket yang dilakukan kedua belah pihak dan meminta
Israel untuk menahan diri. "Gaza ada di ujung pisau", katanya kepada
wartawan. Ban Ki Moon akan memberi keterangan kepada Dewan Keamanan PBB yang
bersidang membahas krisis terbaru Israel-Palestina.
Presiden
Palestina Mahmoud Abbas hari Rabu mengecam serangan besar-besaran yang
dilakukan Israel ke Gaza. "Ini bukan perang terhadap Hamas atau salah satu
faksi, ini adalah perang terhadap rakyat Palestina", kata Abbas, yang
membentuk pemerintahan nasional dengan Hamas April lalu.
Ketegangan
terbaru ini berawal dari penculikan tiga remaja Yahudi tiga minggu lalu. Ketiganya
kemudian ditemukan tewas terbunuh. Sebagai tindakan balasan, kelompok militan
Yahudi menculik seorang remaja Palestina dan membunuhnya dengan membakarnya
hidup-hidup.
Dalam serangan
udara Rabu malam (09/07), Israel menyerang sebuah mobil yang memakai tanda
pers. Sopir mobil itu tewas dalam serangan tersebut. Enam warga Palestina yang
sedang nonton pertandingan sepakbola tewas dalam pemboman sebuah restoran di
Khan Younis.
Pihak Palestina
menerangkan, sekitar 120 rumah hancur oleh bom sejak Israel memulai serangan
hari Selasa lalu. Lebih dari 70 orang tewas dan ratusan luka-luka.
hp/ab (afp, rtr,
dpa)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar